Vatican File December 23, 2008
Posted by catatantarbiyah in Mozaik.Tags: Vatican
trackback
Tidak sengaja sambil lembur menyelesaikan beberapa tugas sebelum ditinggal cuti akhir tahun, saya menemukan sebuah film dokumenter di saluran TV Star Movies. Film dokumenter ini berisi tentang kasus pencabulan oleh pastor-pastor gereja Katolik di Amerika Serikat. Dalam film ini digambarkan bagaimana sang korban dan keluarganya berusaha meminta keadilan kepada institusi gereja Katolik di Vatikan atas kejahatan yang dilakukan pastor atas putri mereka. Mereka menuntutnya secara damai, dengan dibantu seorang pengacara mereka menuliskan surat kepada institusi gereja. Namun, sungguh mengecewakan, jangankan mendapatkan balasan atas surat mereka, bahkan mereka diusir ketika akan mengirimkan surat tersebut. Dan kasus tersebut kemudian melahirkan gelombang unjuk rasa di berbagai belahan dunia karena ternyata kasus pencabulan seperti yang dialami korban adalah puncak gunung es, jumlah yang tampak hanyalah sedikit dari jumlah sesungguhnya.
Kasus ini menyebabkan gelombang ketidakpercayaan pada agama meningkat, beberapa orang yang menyatakan tidak lagi mempercayai agama ditampilkan di film ini. Salah satunya adalah ayah korban yang tampak sangat kecewa, bapak tua itu menyatakan bahwa tidak ada Tuhan.
Jika dinalar dengan sehat sesungguhnya kasus tersebut tidak mengherankan. Manusia diciptakan dengan perangkat jasad, pikiran, dan jiwa yang tentunya ada nafsu di sana. Penciptaan manusia seperti itu adalah kehendak dari Yang Maha Kuasa agar manusia mampu menjalankan amanah berat untuk menjadi pengelola bumi ini. Namun, manusia yang tanpa petunjuk wahyu telah mengubahnya, menafikan adanya nafsu pada diri manusia. Manusia tanpa petunjuk wahyu telah salah menempatkan nafsu pada titik ekstrim yang salah. Mereka menganggap nafsu, pernikahan, adalah suatu hal yang tidak boleh dilakukan oleh “orang-orang suci” mereka. Dan ternyata, menurut film tadi, peraturan ini memiliki latar belakang materi, agar kekayaan gereja tidak diwariskan keluar gereja.
Dan sudah merupakan sebuah sunnatullah bahwa kehidupan akan mencari jalannya hingga kemudian yang dikekang itu menemukan jalannya yang salah. Yang dipandang akan mengangkat derajat mereka sebagai manusia justru menjatuhkan mereka ke tempat yang paling hina. Semua terjadi karena mereka lakukan tanpa petunjuk wahyu, tanpa tuntunan Sang Pencipta.
Sesungguhnya Allah SWT tidak memerintahkan demikian. Allah SWT memerintahkan manusia untuk mengambil jalan tengah, bukan ekstrim kiri dengan kebebasan tanpa batas atau ekstrim kanan dimana nafsu dinafikkan sepenuhnya. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menyalurkannya secara halal melalui lembaga pernikahan, dimana hubungan antara laki-laki dengan perempuan adalah halal dan segala sesuatu di dalamnya justru bernilai ibadah. Subhanallah.
Semoga mereka berpikir dengan pikiran jernih mereka sehingga mampu melihat bahwa Islam yang telah disempurnakan Allah SWT bagi umat manusia adalah jalan yang akan membawa manusia kepada keselamatan hidup di dunia dan Insya Allah di akhirat kelak. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya dengan sangat, jauh lebih dari mereka mencintai diri mereka sendiri. Namun, sedikit dari hamba-hamba-Nya yang menyadarinya apalagi yang mau berusaha mensyukuri segala nikmat yang diberikan. Wallahu’alam bi shawab.
Comments»
No comments yet — be the first.